Translate

Jumat, 23 Desember 2011

Ingin memberi tapi tak mau berkorban

Pagi hari ada kabar bahwa teman kita mendapat musibah yaitu jatuh dari motornya sehingga harus masuk UGD. Dengan serta merta setiap teman yang berkesempatan untuk siap menjenguknya. Dalam hatiku team saya harus ada yang ikut untuk mewakili menjenguknya.

Tak lama setelah itu ada seorang teman datang pada saya :
Teman : Pak kita jenguk dia yu!
Saya : Oh boleh, saya ikut dech Bapak dech.
Teman : Justru saya mau ikut nebeng Bapak
Saya : Oh gitu, naik motor saya ?
Teman : Iya ngga apa-apa.
Saya : Kira saya mau naik mobil Bapak.
Teman : Oh, justru saya ngga mau naik mobil saya ke sana nya.
Saya : */saya diam aja.
Teman : Bagaimana kalau sudah solat jumat?
Saya : Bisa aja sich.
Teman : Jadi gimana pak?
Saya : Team saya sudah ada yang mewakili
Team : Sebenarnya tidak perlu perwakilan, yang mau pergi saja.
Saya : */diam saja.

Menurut saya aneh juga sich. Yang punya mobil kan dia, yang mau pergi kan dia,
Kenapa ngga pake mobil sendiri aja langsung pergi. Bagus lagi kalau bisa
mengajak teman-teman. Eh malah dia sendiri pengen nebeng sama yang lain.
Naik motor juga dia mau, asalkan nebeng.
Kalau saya sich, cukup mewakili saja. Kemudian panjatkan doa dengan tulus.
Tak usah ingin kelihatan seperti perhatian, tapi tak mau berkorban.
Aneh juga.

Rabu, 07 Desember 2011

Nilai Uang dipotong ?

Saat ini nilai uang (IDR), memiliki kecenderungan yang berbeda demgan yang lain. Ada rencana Nilai uang kita akan dipotong. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Siapa yang beruntung, siapa yang merasa dirugikan? atau biasa saja ?

Jumat, 25 November 2011

Niat baik dan kepentingan

Seharusnya kita harus berbuat baik pada orang yang sudah berniat baik. Jika ada sesuatu hal yang dibicarakan dengan niat baik, tetapi kebaikan itu kita ganti dengan suatu perubahan, pastinya akan terjadi kekecewaan.

Misal, ada dua orang yang hebat dan sangat bermanfaat, dan menurut saya keduanya sangat berarti buat lingkungannya. Sebut aja A, dia tidak bilang secara langsung kalo ada sesuatu hal yang dia inginkan. Sehingga si A tetap dianggap seperti tak ada concern. Sedangkan si B, dia bilang sesuatu supaya suatu saat bisa saja terjadi hal pada dirinya, sehingga si B tidak lagi bermanfaat bagi lingkungannya.

Kebijakan yang diambil karena suatu kepentingan, sehingga si A dianggap lebih baik dari si B. Padahal si A dan Si B bedanya hanya dalam niat baik saja. Jika akhirnya terjadi ternyata hasilnya adalah si A yang dianggap berhak jadi lebih dari yang lain, maka pastilah si B kecewa. Karena niat baiknya dianggap tidak baik untuk suatu kepentingan.

Kalau saya yang punya lingkungan ini, pastilah tidak demikian. Harusnya si A dan B, ditanya dulu. Dan ditawarkan untuk suatu kesepakatan bersama. demi kebaikan lingkungan bersama. Tapi kalo udah mikir untung dan rugi, pastilah ngga mau rugi.

Tapi yang paling buruk adalah, semua orang tak akan ada punya lagi niat baik, jika berakhir dengan kecewa, 

Rabu, 23 November 2011

Akhir Tahun 2011

Saat ini mulai masuk penghujung November, besok - besok sudah Desember. Akhir nya Selamat Tinggal 2011. Katanya mesti introspeksi diri apa yang telah dicapai di 2011, dan rencana di 2012.

Senin, 14 November 2011