Memulai lagi
Memulai lagi dengan susunan yang baru di 2014
Semoga Allah memberikan jalan-Nya ... Amien
Ayo!
Translate
Minggu, 29 Desember 2013
Senin, 02 September 2013
Dari Pak Ustadz Yusuf Mansur
Dari Pak Ustadz Yusuf Mansur
ASSALAMU'ALAIKUM JANGAN DISINGKAT LAGI!
1. As = orang bodoh ; keledai
2. Ass = pantat
3. Askum = celakalah kamu
4. Assamu = racun
5. Samlekum = matilah kamu
6. Salom/syalom= dari bhs Ibrani untuk sesama kristen dan ada 263 kata di dalam kitab perjanjian lama dan perjanjian baru.
7. Mikum = dari bahasa Ibrani Mari Bercinta.
Yuk kita lihat isi surat Nabi Sulaiman dalam Al-Quran :
"Innahu min Sulaimana wa innahu Bismillahirohmaanir rohiim 'ala ta'lu 'alayya wa'tunil muslimina tho'inalloha robbal 'aalamiin."
Salam pendek, salam sedang dan salam panjang telah dicontohkan oleh Nabi dan tidakmerubah makna aslinya :
1. Salam pendek :"Assalamualaikum". dengan 10 kebaikan.
2. Salam sedang :"Assalamualaikum warohmatulloh".dengan 20 kebaikan.
3. Salam panjang :"Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh". dengan kebaikan sempurna.
ASSALAMU'ALAIKUM JANGAN DISINGKAT LAGI!
1. As = orang bodoh ; keledai
2. Ass = pantat
3. Askum = celakalah kamu
4. Assamu = racun
5. Samlekum = matilah kamu
6. Salom/syalom= dari bhs Ibrani untuk sesama kristen dan ada 263 kata di dalam kitab perjanjian lama dan perjanjian baru.
7. Mikum = dari bahasa Ibrani Mari Bercinta.
Yuk kita lihat isi surat Nabi Sulaiman dalam Al-Quran :
"Innahu min Sulaimana wa innahu Bismillahirohmaanir rohiim 'ala ta'lu 'alayya wa'tunil muslimina tho'inalloha robbal 'aalamiin."
Salam pendek, salam sedang dan salam panjang telah dicontohkan oleh Nabi dan tidakmerubah makna aslinya :
1. Salam pendek :"Assalamualaikum". dengan 10 kebaikan.
2. Salam sedang :"Assalamualaikum warohmatulloh".dengan 20 kebaikan.
3. Salam panjang :"Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh". dengan kebaikan sempurna.
Kamis, 25 Juli 2013
I should be handle with my CARE
I should be handle with my CARE
Care for My Jobs
Clearly Items to be controlled
Aggressive to check and rechecked
Responsive to any deviation happened
End to end with completeness
Aggressive to check and rechecked
Responsive to any deviation happened
End to end with completeness
Care for My Team Member
Clearly Jobs for each team member
Aggressive to achieve the target
Responsive to the good and bad achievement
Enhancement & development team
Care for My Team Partner
Clearly Authority & Integrity
Aggressive to follow up & get confirmation
Responsible for scope of work
Evaluate of the Result
Rabu, 19 Juni 2013
Are u a trader? What level?
Are u a trader?
What level?
Level 1
Unconscious Incompetence
Begitu kamu beres
menandatangani agreement trading, disinilah kamu berada. Kamu menjadi trader
karena kamu mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan
pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi kamu telah profit 3
kali lipat, lalu apa susahnya?.
Kamu mungkin bisa
profit dengan hasil yang menakjubkan 100 poin sampai 200 poin per lot per hari,
namun itu semua hanyalah beginner luck saja. kamu pada awalnya tidak akan
percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator saja, atau bahkan hanya dengan
insting ( baca artikel tentang insting di psikologi trading), toh kamu bisa
profit.
Namun sayangnya,
market akan mengalahkan kamu. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor
LUCK. loss demi loss menghampiri kamu, kamu mencoba bertahan namun kalau sampai
margin habis, siapa yang bisa tahan??.
Kamu sama sekali
tidak menyadari bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tetap mengira kamu bisa
trading walaupun semua fakta berkata sebaliknya ( apakah bulan ini profit?,
bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).
Kamu tetap
mengira bahwa kamu adalah orang yang spesial, orang yang akan mampu mendapatkan
kunci kekayaan dari trading. Dan kamu tidak menyadari bahwa 90% trader yang
gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kamu tidak mempunyai sistem yang
kumplit, kamu dikuasai oleh emosi kamu, kamu selalu averaging posisi jika loss
karena kamu ANGER pada market, kamu selalu take profit dalam jumlah yang kecil
atau membiarkan profit berubah jadi loss karena kamu dikuasai oleh GREED, kamu
tidak pernah trading karena kamu takut / FEAR. Kamu membiarkan diri kamu
dikuasai oleh emosi sehingga margin equity kamu menderita.
90% orang yang
trading hanya sampai pada level ini, mereka biasanya kapok, berhenti trading
dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. sebagian lagi moralnya
anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti orang gila. dalam
sebulan atau dua bulan margin habis lalu mereka mencari mangsa lagi.
Mereka masih
mengaku sebagai trader namun sebenarnya mereka executor. dan biasanya yang
moralnya anjlok ini dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen di
brokernya. lalu sebagian lagi akan tetap ngantor seperti biasa dan mengaku
trader tetapi tidak pernah trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya
sendiri.
Hanya masalah
waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan di level ini dan waktu selalu menang.
90% Trader ada di
level ini, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level 2.
Trader Level 2
Di level ini kamu
sadar bahwa kamu tidak bisa trading, kamu tidak memiliki kemampuan untuk
trading yang menghasilkan profit secara konsisten. Dan kamu tahu solusinya,
kamu sadar bahwa selama di level 1 pikiran kamu dikaburkan oleh emosi kamu
sehingga kamu tidak bisa berpikir secara jernih.
Di level ini kamu
akan mencari holy grail ( system yang sempurna, system yang 100% profit, system
yang tidak pernah loss), kamu mulai membeli system yang ada di internet, kamu
membaca semua website yang ada tentang trading mulai dari UK, USA, Australia,
Europa sampai Russia, kamu baca semua ebook yang ada, kamu praktekan semua
system yang kamu peroleh, kamu haus akan ilmu seperti seorang pengembara di
padang pasir yang haus akan air minum.
Pada level ini
kamu akan membaca semua detail tentang indikator, kamu akan test semua
indicator yang ada di metatrader, bahkan kamu mungkin akan membuat indikator
sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kamu akan bermain-main dengan
moving average, fibonnacci lines, pivot point, camarilla pivot, deMark,
Fractals, Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator lainnya.
Kamu tahu bahwa
market terlalu rumit untuk di predict hanya dengan 1 indicator saja, kamu tahu
kombinasi ideal dari masing-masing indicator. kamu tahu percis keunggulan
indicator tersebut dan juga kelemahannya.
Kamu akan mencoba
menerka TOP dan BOTTOM dari market dengan indicator tersebut. kamu akan
bergabung dengan chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan bodoh
pada trader senior. karena kamu tahu kalau kamu tidak bertanya sekarang maka
selamanya kamu tidak akan tahu.
Pada akhirnya di
level ini kamu akan mendapatkan 5 sampai 10 system yang lengkap dan mencoba
mencari tahu system mana yang paling cocok dengan kepribadian kamu.
Dari 10% trader
yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3.
Trader Level 3
Level 3 The
EUREKA Moment
Pada akhir level
2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kamu
menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system
yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kamu bisa
menggunakan kepala kamu dan money management yang benar.
Kamu mulai
membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter
yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.
Level pencerahan
ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada
seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada
market 30 detik kemudian.
Kamu mulai
menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan
karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system
yang asli.
Kamu mulai
trading jika kamu tahu profabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk
loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu
menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada
dalam dunia trading.
Ketika stoploss
kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun bisa
memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan meningkat
profabilitas profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang profit.
Kamu secara
seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting
yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management kamu. Dan
kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang terjadi.
Kamu mempelajari
tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan
kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama padamu dan
kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum siap namun
sekarang kamu siap.
Di level
pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa meramalkan pergerakan
market, karena memang tak seorang pun bisa.
Dari 7% trader
yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.
Level 4 Conscious
Competence
Oke, Sekarang
kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal.
Kamu cut loss
sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu system kamu akan lebih
banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah
resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu.
Di level ini kamu
memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kamu mampu
melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu meningkatkan target
dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kamu lakukan.
Kamu memang masih
harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system kamu, menguasai
emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang kamu pegang.
level ini
biasanya berjalan sekitar 6 bulan.
Dari 5% trader
hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.
Level 5
Unconscious Competence
Nah sekarang kamu
sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader
di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara alami, kamu telah menguasai
semuanya, kamu bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan,
kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal melihat profit kamu
bergerak dari 2 digit ke 3 digit.
Inilah level
puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah menguasai emosi
kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari
kumulatif profit yang kamu peroleh.
Kamu akan jadi
bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kamu
katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, karena kamu ada diposisi mereka 2
tahun yang lalu.
Kamu akan
memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan dari mereka
tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.
Kamu tidak akan
mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua benda yang tersedia
untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan
internet, kamu bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap
disana.
Kamu mempunyai
penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku sendiri, kamu
bisa trading dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu akan berlipat-lipat
dari account awal.
Hanya 3% trader
yang bisa mencapai level ini.
Sekarang kamu
bisa dengan bangga berkata " SAYA SEORANG TRADER".
- - - - dari FB temen saya - - - -
Selasa, 30 April 2013
Service Quality Monitoring
Industry research
demonstrates that over time, the customers’ experiences translate to overall
satisfaction and brand loyalty. This is the result of total expectations,
gained experience and interpretation of various aspects of the service
offering, from its activation, through the delivery, to the billing agreements.
CSPs should engage in an ongoing Service Quality Monitoring process to ensure
the highest level of experience along the entire service delivery chain.
The following must be taken into account by service providers to achieve an effective customer experience SQM framework:
·
Identification of key
quality metrics, spanning across the complete service delivery chain, from
content provider through broadband provider, to the home network.
· Quantifying service
quality and readiness metrics, complementary usage information, billing
information, problem resolution efficiency and customer support effectiveness.
·
Assuring service from
the customers’ perspective, highlighting the specific customers who are
impacted and by how much (both absolutely and relatively).
· Adaptation to changes,
both in terms of customers’ needs and behavior, by defining flexible monitoring
procedures which continuously evaluate usage and trends.
· Defining reasonable
service level objectives to manage customers’ expectations and help them
realize the complexities involved.
The effectiveness and
richness of a SQM solution is directly dependent on the variety and the quality
of data that is available to it. To accomplish this, the SQM solution should
define the appropriate APIs to Resource Management, Service Management, Partner
Management and Customer Management applications, from which the SQM metrics can
be deduced.
Kamis, 11 April 2013
Service Quality
Kualitas layanan dapat didefinisikan sebagai "efek kolektif kinerja pelayanan yang menentukan tingkat kepuasan pengguna layanan "(ITU E.800). Dengan kata lain, kualitas adalah persepsi pelanggan dari layanan yang disampaikan. Dengan layanan kualitas manajemen, kita mengacu pada pemantauan dan pemeliharaan end-to-end layanan untuk pelanggan tertentu atau kelas pelanggan.
Dua blok software utama bangunan yang diperlukan untuk secara proaktif mengelola kualitas layanan: mesin data-agregasi kuat dan end-to-end layanan-alat pemetaan.
The aggregator data dirancang untuk mengumpulkan data dari beragam sumber. Dengan kata lain, ia mengumpulkan data dari berbagai jenis dan lokasi seperti UDR, data kinerja, dan jaringan alarm. Hal ini juga mengumpulkan data yang dihasilkan oleh multi-vendor peralatan. Aggregator akan memproses volume besar data ke urutan beberapa ratus megabyte per hari. Sebagai contoh, penggunaan data sekitar 60 juta catatan diproduksi setiap hari untuk jaringan
dengan 10 juta pelanggan.
Alat layanan pemetaan datang berikutnya. Data kinerja dipetakan ke layanan data berkualitas. Ambil pelanggan menggunakan layanan Multimedia Messaging, atau MMS. Jika download video terganggu berkali-kali selama sesi, pelanggan akan kehilangan minat. Pendapatan operator akan hilang dengan itu. Untuk menghindari situasi ini, indikator kualitas kunci (KQIs) seperti ketersediaan dapat memonitor QoS yang ditawarkan kepada pelanggan.
**Dari Internet.
Senin, 04 Maret 2013
Selasa, 22 Januari 2013
Golongan Darah v.s. Makanan
Golongan Darah O
Makanan
yang sangat bermanfaat :
Brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak china, bluberi, ceri, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, Daging ( sapi, kerbau, rusa, domba, anak sapi )
Brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak china, bluberi, ceri, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, Daging ( sapi, kerbau, rusa, domba, anak sapi )
Makanan
yang diijinkan :
Ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam, bebek), mentega, kacang ( hitam, merah, buncis, kedelai ), tempe, tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung gandum, terung, tomat, labu, Daging ( ayam, bebek, kambing, angsa, kalkun, kelinci )
Ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam, bebek), mentega, kacang ( hitam, merah, buncis, kedelai ), tempe, tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung gandum, terung, tomat, labu, Daging ( ayam, bebek, kambing, angsa, kalkun, kelinci )
Makanan yang harus dihindari :
Daging babi, cumi-cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur (angsa, puyuh), es krim, keju, susu sapi, yoghurt(semua jenis), minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci, laichi, kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman keras
Daging babi, cumi-cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur (angsa, puyuh), es krim, keju, susu sapi, yoghurt(semua jenis), minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci, laichi, kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman keras
Golongan Darah A
Makanan
yang sangat bermanfaat :
Bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, kacang/ susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, bluberi, minyak zaitun, ikan mas, ikan sardine, (Siput, jus nanas, mangga, pisang, jeruk limau & sitrun).
Bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, kacang/ susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, bluberi, minyak zaitun, ikan mas, ikan sardine, (Siput, jus nanas, mangga, pisang, jeruk limau & sitrun).
Makanan yang diijinkan :
Ikan tuna, telur ayam & bebek, telur puyuh, biji wijen, biji bunga matahari, kacang ercis / kapri, jagung, tapioka, roti gandum, labu, bawang merah, mentimun, talas, anggur (semua jenis), melon, blewah, pir, delima, kiwi, kurma, strowberi, kesemek, jambu biji, Daging (ayam, burung unta, belibis kalkun,burung dara)
Ikan tuna, telur ayam & bebek, telur puyuh, biji wijen, biji bunga matahari, kacang ercis / kapri, jagung, tapioka, roti gandum, labu, bawang merah, mentimun, talas, anggur (semua jenis), melon, blewah, pir, delima, kiwi, kurma, strowberi, kesemek, jambu biji, Daging (ayam, burung unta, belibis kalkun,burung dara)
Makanan yang harus dihindari :
Daging (sapi, kerbau, domba, bebek, angsa, kelinci, ayam hutan), lobster, gurita, kepiting, belut, kodok, udang, cumi- cumi, mentega, susu sapi, keju, es krim, susu, murni, acar, terung, tomat, ubi, kentang, jeruk, kelapa/ santan, melon madu, pisang (raja), pepaya, pare, air soda.
Daging (sapi, kerbau, domba, bebek, angsa, kelinci, ayam hutan), lobster, gurita, kepiting, belut, kodok, udang, cumi- cumi, mentega, susu sapi, keju, es krim, susu, murni, acar, terung, tomat, ubi, kentang, jeruk, kelapa/ santan, melon madu, pisang (raja), pepaya, pare, air soda.
Golongan Darah B
Makanan
yang sangat bermanfaat :
Ikan laut, susu sapi, keju, buburgandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terung, teh hijau, Daging (kambing, domba, kelinci, rusa)
Ikan laut, susu sapi, keju, buburgandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terung, teh hijau, Daging (kambing, domba, kelinci, rusa)
Makanan yang diijinkan :
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging (sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi)
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging (sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi)
Makanan yang harus dihindari :
Daging (bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol.
Daging (bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol.
Golongan Darah AB
Makanan
yang sangat bermanfaat :
Ikan sardin, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju ricotta, krim asam (rendah kalori), the hijau, anggur merah, Daging (domba, kelinci, kalkun),
Ikan sardin, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju ricotta, krim asam (rendah kalori), the hijau, anggur merah, Daging (domba, kelinci, kalkun),
Makanan yang diijinkan :
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging burung unta,
Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging burung unta,
Makanan yang harus dihindari :
Daging (sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, babi, rusa kuda), lobster, kepiting, kodok, mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol.
Daging (sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, babi, rusa kuda), lobster, kepiting, kodok, mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol.
*sharing dari teman kantor
Senin, 07 Januari 2013
Langganan:
Postingan (Atom)